Kadang yang kita inginkan belum tentu sesuatu yang benar-benar kita butuhkan.
Pernah dengar Buy Nothing Day?
Buy Nothing Day atau Hari Tanpa Belanja adalah sebuah ide sederhana dengan cara mengajak kita untuk tidak berbelanja selama sehari. Ini adalah suatu bentuk perlawanan terhadap budaya konsumerisme. Ide Hari Tanpa Belanja dicetuskan oleh Ted Dave, seorang seniman dari Vancouver, pendiri Adbusters, pada tahun 1993. Kini Hari Tanpa Belanja telah dirayakan secara internasional di lebih dari 30 negara. Uniknya, tanggal perayaan di tiap negara berbeda, hari dipilih berdasarkan hari yang paling memungkinkan pada saat itu orang-orang menghabiskan waktu untuk berbelanja. Di Indonesia sendiri Hari Tanpa Belanja biasa dirayakan pada hari Sabtu pada minggu terakhir bulan November, di mana pusat-pusat perbelanjaan sedang gencar-gencarnya memberikan diskon.
Hal positif yang bisa saya ambil dari perayaan ini adalah sebuah kesadaran kritis sebagai konsumen dalam berbelanja. Menyadarkan saya bahwa berbelanja bukan semata urusan personal konsumen/pembeli. Belanja adalah salah satu rantai proses kehidupan yang saling berkait dengan persoalan-persoalan yang ada di kehidupan manusia, salah satunya masalah lingkungan hidup. Bahan baku dan cara yang digunakan untuk membuat barang-barang kita memiliki dampak buruk seperti kerusakan lingkungan, limbah industri, dan pemborosan energi. Saya bukan aktivis lingkungan hidup, tapi semenjak membaca tentang hal ini, saya mulai belajar untuk berubah. Setidaknya perubahan untuk skala mikro, yaitu diri saya sendiri.
Apakah dengan tidak belanja dalam satu hari akan membuat perubahan besar dalam dunia? Mungkin tidak, jika seseorang melakukannya sendiri. Hari Tanpa Belanja tidak akan mengubah gaya hidup kita hanya dalam satu hari, tapi memberikan sebuah pengalaman dalam melakukan perubahan. Ditambah sisi baik lainnya, yaitu penghematan :p Itu yang lebih penting menurut saya.
You are what you buy. Think before you buy.

No comments:
Post a Comment