Friday, May 17, 2013

Mari Menulis Kembali

Hari ini saya menulis lagi.

Kenapa harus menulis?

Pramoedya Ananta Toer, salah satu penulis Indonesia yang saya kagumi pernah menulis: "Orang boleh pandai setinggi langit, tapi, selama ia tidak menulis, ia akan hilang dalam masyarakat dan dari sejarah."

Lalu, apakah karena kata-kata Pramoedya, saya jadi mau belajar menulis lagi? Boleh jadi iya. Bukan karena saya takut tidak dianggap dalam sejarah dan masyarakat pada zaman saya, namun lebih takut lagi bahwa saya tidak meninggalkan apa-apa untuk anak-cucu saya kelak. Bahwa warisan bukan hanya berbentuk materi, warisan juga dapat berupa pemikiran-pemikiran dan pandangan hidup kita. Banyak hal yang bisa kita ceritakan, tentang harapan, optimisme, pesimisme, kegelisahan, apa yang sedang nge-hits di zaman kita, hal-hal apa yang disukai atau dibenci orang saat itu, persepsi cantik di masa lalu dan hari ini tentu berbeda, gaya hidup, teknologi, seni, budaya, dan sederet persoalan lainnya. Banyak hal yang menarik untuk diceritakan pada anak-cucu kita.

Tulisan adalah salah satu artefak peradaban manusia. Kita dapat menelusuri peradaban dan sejarah manusia dengan melihat pada karya-karya tulisan manusia di masa tersebut. Semoga tulisan-tulisan saya dapat memberikan sumbangan pemikiran tentang apa yang terjadi pada zaman saya. Terlepas dari bagaimana cara dan gaya kita menulis, semuanya tidak terlalu penting. Gagasan dan isi tulisan kita lah yang menurut saya lebih penting. Saya percaya sebuah tulisan tidak selalu harus bersumber dari hal-hal besar dan luar biasa, hal-hal kecil yang dianggap remeh dan tidak penting justru seringkali memberikan manfaat dan inspirasi. Setidaknya bagi saya.

Let's write about the little things.
Little things make big things happen.
Enjoy the little things, for one day you may look back and realize they were the big things.

Selamat menulis dan membaca.

Love,
Dita

No comments:

Post a Comment